Jadi jomblo? Siapa takut?
Pernikahan adalah lembaga sakral dengan pahala setara setengah dien, maka pilihan menjadi jomblo adalah masa totalitas kita memaksimalkan diri membentuk pribadi terbaik.
Memilih menjadi jomblo demi menjaga diri dan menjaga hati, agar pusat cinta kita hanya bersumber kepada Allah, sehingga saat nanti dipertemukan dengan jodoh terbaik, kita sudah siap berjuang “bangun cinta” bukan “jatuh cinta”.
Banyak pernikahan berakhir berantakan, karena saat mengawali pernikahan tidak siap berjuang “bangun cinta”. Pernikahan yang diawali dengan masa pacaran biasanya sibuk asyik masyuk dengan “jatuh cinta”.
Apa sih bedanya “jatuh cinta” dengan “bangun cinta”?
“Jatuh cinta”, biasanya cinta kita berpusat hanya pada mahluk, sehingga akan banyak tuntutan ingin dicintai, atau berlebihan mencintai hingga melampaui batas dan lupa segalanya. Jatuh cinta biasanya identik dengan sakit loh, apalagi jika yang sudah kita berikan kok tidak berbalas, atau terlalu mencintai sampai kita memiliki rasa takut kehilangan yang berlebihan, sampai membuat jiwa kita terpenjara.
Sedangkan “bangun cinta”, adalah kesiapan dua insan untuk berkolaborasi menciptakan cinta yang saling membahagiakan. Dimana sumbernya bukan pada mahluk namun langsung kepada Allah. Maka energi cintanya akan dahsyat dan begitu kuat, karena tidak sibuk menuntut, tidak sibuk pencitraan, sehingga jiwa tidak terpenjara, bahkan mampu memerdekakan.
Kok bisa ya? Kenapa? Karena ada kesadaran bahwa cinta mahluk penuh dengan keterbatasan dimana pasangan hanya “media” untuk mencintai Allah, dan energi mencintai Allah akan membuat rasa cinta pada pasangan semakin besar dengan rasa yang menentramkan.
Nah… Sahabat, daripada kita terjebak pada pacaran yang nantinya akan membawa kita pada sakitnya “jatuh cinta”, lebih baik kita memaksimalkan diri mengasah semua potensi kita agar menjadi pribadi terbaik, sehingga dapat memancing datangnya jodoh terbaik juga untuk diri kita. Dan saat pernikahan datang, kondisi kita dan pasangan sudah benar-benar siap “bangun cinta” sehingga pernikahan yang sakinah mawaddah warahmah pun bisa terwujud.
So… jangan malu jadi jomblo ya… Sahabat, karena jomblo itu prinsip bukan nasib, agar diri kita tetap terjaga, sembari terus mengisi waktu dengan mengasah berbagai potensi diri, agar jodoh terbaik datang menyempurnakan hidup kita.