Dalam dunia ibu, rasanya sudah tidak asing lagi jika di antara sesama ibu saling bercurhat ria, entah tentang anak, tentang keuangan, kesehatan, pekerjaan atau bahkan tentang pasangan hidup.
Seperti kita ketahui bersama, wanita memang memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk melakukan interaksi sosial dibanding laki-laki, maka tidak heran jika media sosial lebih aktif digunakan oleh wanita dibanding laki-laki, hal itu diduga karena sifat dasar wanita yang senang berbagi dan berkomunikasi satu sama lain, termasuk salah satu bentuk komunikasinya yaitu saling bercurhat ria.
Naah… Sahabat… Yang menjadi masalah sekarang seberapa besar sih manfaat curhat itu, benarkah bisa menjadi solusi? Atau sebaliknya jangan-jangan akibat kebanyakan curhat masalah yang ada justru semakin ruwet. Karena tidak jarang juga ada yang menghakimi para wanita yang hobinya curhat, seolah mereka sudah menduakan Allah, karena hanya Allah sebaik-baik tempat mengadu.
Waduh… Benarkah begitu??
Dalam sebuah kajian muslimah yang diisi oleh Teh Ninih, saya pernah mendapat materi tentang curhat dalam dunia wanita. Kurang lebih isinya sebagai berikut:
Sebaik-baik curhat memang hanya pada Allah, namun jawaban curhat kita dari Allah bisa juga dititipkan pada manusia di sekitar kita. Jadi… Kita sangat diperbolehkan curhat kepada sesama dengan tujuan untuk mencari solusi. Karena saat bertemu orang yang tepat, lalu kita curhat kepadanya, bisa jadi jawaban darinya merupakan salah satu bentuk solusi yang diberikan oleh Allah untuk kita. Namun yang harus dihindari adalah curhat berlebihan, apalagi sampai keluar dari fokus masalah yang ada, karena curhat yang berlebihan justru bisa menjadi racun hati kita, sehingga masalah yang ada bisa jadi justru semakin besar.
Lalu bagaimana caranya menakar diri agar curhat tidak berlebihan?? Langkah pertama tentu Allah-lah Dzat yang paling pertama kita tanya atas segala urusan kita, bahkan kalau perlu dari hal yang paling sepele sekalipun, semisal sendal yang putus, seperti disebutkan pada hadits berikut:
“Hendaklah diantara kalian mengadukan segala urusannya hanya kepada Allah saja, walaupun hanya tali sendal yang putus” (H.R. Tirmidzi).
Nanti jika kita sudah terbiasa mengadukan semua urusan pertama kalinya hanya pada Allah, jika pun endingnya kita harus curhat pada seseorang, insya Allah curhat kita akan benar-benar pas takarannya, lalu oleh Allah pun kita akan dipertemukan dengan orang yang tepat, sehingga curhat kita padanya dapat membuat hati kita menjadi lega. Berbeda jika kita tidak libatkan Allah saat memutuskan ingin curhat, bisa jadi kita akan curhat pada orang yang salah, sehingga endingnya bukan mendapatkan ketenangan, alhasil hati kita justru semakin keruh.
Lalu… Bagaimana dengan kebanyakan orang sekarang yang curhat di media sosial, dengan bermacam-macam tema curhatan dari mulai masalah politik hingga menu masakan, apakah itu salah?!
Selama bukan urusan pribadi, curhat di media sosial pun rasanya bukan barang haram. Lagipula curhat di media sosial, selama kemasannya baik, justru dapat menyehatkan mental kita. Seperti disebutkan dalam buku yang berjudul “Menulis dengan Otak Kanan” terbitan Elex Media Komputindo, orang yang rutin menulis diary setiap hari cenderung memiliki umur lebih panjang, karena memiliki kesehatan mental yang baik.
Namun kembali ke pedoman dasar, sebelum kita memutuskan untuk curhat, tanyakan hati kita dulu, sudah curhat ke Allah terlebih dahulu atau belum?? Kalau sudah… Kira-kira Allah bakal suka atau tidak ya kalau saya sharing di media sosial?? Karena banyak juga para ibu yang melakukan “curhat berkualitas” di media sosial, dimana curhatnya justru bisa membawa inspirasi sesama ibu lainnya, nah… kalau bisa seperti itu luar biasa bukan??
Yang sebaiknya harus dihindari adalah curhat masalah pribadi di media sosial, sebab itu akan membuat kita kehilangan fokus untuk menyelesaikannya, karena ujungnya pasti hanya akan mengundang orang untuk “kepo” pada masalah kita, bukan untuk benar-benar peduli dengan kesulitan kita.
So… Sahabat, jangan ragu untuk curhat pada sesama ibu, karena saling curhat memang sudah menjadi fitrahnya dunia wanita, namun pahami pedoman dasarnya, lakukan terlebih dahulu pengaduan pada Allah, sehingga curhat kita dapat fokus pada solusi. Curhat itu ibarat obat… Saat dilakukan dengan dosis yang pas akan menyehatkan hati kita, namun saat dilakukan berlebihan, maka akan menjadi racun yang membuat hati kita berpenyakit.